Friday, September 26, 2014

Artikel Kesehatan Efek Jangka Panjang (Komplikasi) Diabetes

Diabetes dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang untuk tubuh kita. Kerusakan jangka panjang ini sering disebut sebagai komplikasi diabetes. Diabetes mempengaruhi pembuluh darah dan saraf dan karena itu dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh kita. Namun, tidak semua bagian dari tubuh yang biasanya terkena komplikasi diabetes, melainkan bagian-bagian tertentu. Komplikasi diabetes biasanya akan memakan waktu beberapa tahun setelah diabetes berkembang karena kurang terkontrol.
komplikasi diabetes
http://www.pinterest.com/pin/274015958553366171
Komplikasi ini tidak harus terjadi dan bisa dihindari dengan melakukan kontrol yang ketat pada diabetes, tekanan darah dan kolesterol.
Ini semua bisa dilakukan dengan menjaga pola makan yang sehat, menghindari rokok dan alkohol, dan melakukan kegiatan rutin untuk menjaga kadar gula darah. Berikut adalah macam-macam komplikasi yang bisa terjadi karena diabetes :

1. Terjadi Nyeri Syaraf

Seiring waktu, diabetes yang tidak terkontrol dan peningkatan gula darah beresiko terhadap kerusakan syaraf. Gejalanya bisa berupa kesemutan, mati rasa, nyeri, dan sensasi seperti tertusuk jarum (bisa di jari, tangan, jari kaki, atau kaki). Komplikasi ini bisa bersifat permanen, tetapi dengan pengobatan yang tepat dapat membantu mengurangi rasa sakit dan mati rasa. Dan dengan mengendalikan diabetes Anda dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.

2. Komplikasi Pada Arteri

Jika tidak segera diobati diabetes Tipe 2 dapat merusak sistem tubuh. Sekitar dua dari tiga orang dengan diabetes meninggal karena penyakit jantung. Diabetes juga membuat Anda beresiko 2-4 kali lebih tinggi terkena stroke. Orang dengan diabetes cenderung untuk menumpuk plak di arteri mereka, mengurangi aliran darah dan meningkatkan risiko penggumpalan. Pengerasan pembuluh darah (atherosclerosis) meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

3. Komplikasi Pada Kaki

Kerusakan syaraf akibat diabetes dapat membuat Anda sulit untuk merasakan rasa sakit di kaki dan mendeteksi cedera. Pada saat yang sama, pengerasan arteri dalam aliran darah berakibat buruk ke kaki. Borok dapat terjadi pada kaki, bahkan hanya karena cedera kecil. Dalam kasus yang parah, infeksi bisa mengakibatkan amputasi.

4. Kerusakan Pada Mata

Gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil yang membawa oksigen dan nutrisi ke retina, yang merupakan bagian penting dari mata. Hal ini dikenal sebagai diabetes retinopathy, dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Ini adalah penyebab utama kasus kebutaan pada orang berusia antara 20 sampai 74 tahun.

5. Kerusakan Pada Ginjal

Semakin lama Anda memiliki diabetes, semakin besar risiko terkena penyakit ginjal kronis. Diabetes adalah penyebab utama gagal ginjal. Dengan mengontrol faktor risiko seperti kadar gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi dapat mengurangi risiko terkena komplikasi ini. Check up ginjal secara rutin dan obat-obatan, dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gagal ginjal.

Semoga artikel kesehatan ini bisa bermanfaat.

Artikel lain tentang diabetes :

Artikel Kesehatan Mengenal Gejala Diabetes Tipe 2

Dalam artikel kesehatan kali ini, saya akan membahas tentang gejala-gejala penyakit diabetes Tipe 2.
gejala diabetes
http://www.pinterest.com/pin/98164466850951539
Diabetes Tipe 2 bisa menyerang orang dari segala usia, dan mempunyai gejala awal yang sulit terdeteksi. Bahkan, satu dari tiga orang dengan diabetes Tipe 2 tidak menyadari mereka memilikinya. Kondisi kronis ini dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk mengkonversi karbohidrat dalam makanan menjadi energi. Hasilnya adalah peningkatan gula darah. Seiring waktu, kelebihan gula ini meningkatkan risiko penyakit jantung, kehilangan penglihatan, kerusakan saraf dan organ, dan kondisi serius lainnya. Berikut gejala diabetes Tipe 2 :

1. Sering Merasa Haus

Orang dengan diabetes Tipe 2 sering tidak memiliki gejala. Ketika gejala itu muncul, salah satu yang pertama mungkin terasa adalah sering merasa haus. Hal ini sering disertai dengan masalah tambahan, antara lain mulut terasa kering, nafsu makan meningkat, sering buang air kecil, kadang-kadang setiap jam, dan berat badan naik/turun secara tidak wajar.

2. Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual adalah umum di antara orang-orang dengan diabetes. Diabetes dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan ujung saraf di organ genital, menyebabkan hilangnya sensitivitas sehingga membuat sulit terangsang/orgasme. Pada wanita bisa terjadi vagina kering, dan impotensi pada pria. Diperkirakan antara 35% sampai 70% pria dengan diabetes akan mengalami impotensi dengan tingkat yang berbeda-beda. Dan sekitar 1 dari 3 wanita dengan diabetes akan mengalami beberapa bentuk disfungsi seksual.

3. Sering Terjadi Infeksi 

Dalam banyak kasus, diabetes Tipe 2 tidak disadari sampai ada bukti yang benar-benar terlihat nyata pada kesehatan, contohnya adalah infeksi yang mengganggu, seperti:
- Luka yang sulit sembuh
- Infeksi jamur yang sering atau infeksi saluran kemih
- Kulit gatal, terutama di daerah selangkangan

4. Sakit Kepala

Ketika kadar gula darah mulai meningkat, gejala tambahan yang mungkin timbul adalah sakit kepala, penglihatan kabur, dan mudah lelah.

Semoga bermanfaat.

Artikel lain tentang diabetes :

Artikel Kesehatan Mengenal Penyakit Diabetes

Dalam artikel kesehatan kali ini, saya akan membahas tentang apa itu diabetes, gejala diabetes, dan macam-macam diabetes.

Apa Itu Diabetes?

apa itu diabetes
https://www.flickr.com/photos/diabetescare/14366209098
Diabetes termasuk dalam kelompok umum penyakit metabolik kronis yang menyebabkan tingkat gula darah (glukosa) tinggi karena kegagalan produksi/fungsi insulin. Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas ketika kita makan. Insulin mengalihkan gula dari darah ke dalam sel. Jika sel-sel tubuh tidak menggunakan insulin dengan baik, atau jika tubuh tidak mampu untuk menghasilkan cukup insulin, gula akan menumpuk dalam darah.
Beberapa gejala diabetes antara lain rasa haus yang berlebihan, mudah lapar, dan sering buang air kecil, mudah lelah, luka sulit sembuh, dan mata kabur. Jika diabetes berkembang dengan cepat, seperti yang terjadi pada diabetes Tipe 1, penderita bisa mengalami penurunan berat badan yang drastis.
Jika diabetes berkembang perlahan-lahan, seperti pada diabetes Tipe 2, penderita mungkin tidak terdiagnosis sampai gejala jangka panjang muncul, seperti serangan jantung atau rasa nyeri di dada, mati rasa, dan kesemutan di kaki. Penderita komplikasi diabetes jangka panjang dapat mengalami gagal ginjal, kerusakan saraf, dan kebutaan.

Jenis-jenis diabetes antara lain :

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe ini dikategorikan sebagai penyakit auto imun dan terjadi ketika tubuh salah mengarahkan sistem kekebalan tubuh sehingga malah menyerang beta sel di pankreas yang memproduksi insulin. Meskipun pemicunya diduga adalah sifat genetik atau lingkungan, penyebab pasti diabetes Tipe 1 tidak sepenuhnya dipahami. Diabetes Type 1 hanya terjadi antara 5 sampai 10 persen dari kasus diabetes yang terjadi di Amerika Serikat, dan walaupun dapat terjadi pada semua usia, sebagian besar pasien yang didiagnosis adalah anak-anak atau dewasa muda. Penderita diabetes Tipe 1 harus mendapat suntikan insulin setiap hari untuk menjaga kondisi tubuh mereka.

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe ini sering berkembang secara bertahap dengan bertambahnya usia dan ditandai dengan resistensi insulin dalam tubuh. Untuk alasan yang belum sepenuhnya dipahami, sel-sel tubuh tidak lagi mampu menggunakan insulin secara efektif. Karena resistensi ini, lemak dalam tubuh, hati, dan sel-sel otot tidak lagi dapat mengambil dan menyimpan glukosa, yang digunakan untuk energi. Glukosa tetap dalam darah. Penumpukan glukosa (gula darah) yang tidak normal ini, yang disebut hiperglikemia, merusak fungsi tubuh. Diabetes Tipe 2 terjadi paling banyak pada orang yang kelebihan berat badan atau jarang berolahraga, dua hal yang dianggap menyebabkan resistensi insulin. Riwayat kesehatan keluarga dan genetika memainkan peran penting dalam diabetes Tipe 2.

Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional didefinisikan sebagai naiknya gula darah selama kehamilan, diketahui sekitar 3-8 persen wanita terkena diabetes jenis ini. Jika tidak terdiagnosis atau tidak diobati, dapat menyebabkan masalah seperti berat badan lahir tinggi dan masalah pernapasan pada bayi. Semua wanita hamil diuji diabetes gestasional di antara usia kehamilan 24 dan 28 minggu, karena di usia tersebut masalah ini biasanya muncul. Diabetes gestasional biasanya sembuh setelah bayi lahir, tetapi statistik menunjukkan bahwa wanita yang memiliki diabetes gestasional memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena diabetes Tipe 2 dalam waktu lima sampai 10 tahun.

Prediabetes

Meskipun prediabetes secara teknis bukan diabetes, beberapa ahli menyebutnya sebagai langkah awal sebelum penderita terkena diabetes Tipe 2. Kondisi ini ditandai dengan kadar gula darah yang terlalu tinggi untuk dianggap normal tetapi belum cukup tinggi untuk berada di kisaran diagnosis diabetes. Prediabetes tidak hanya meningkatkan resiko terkena diabetes, tetapi juga resiko penyakit jantung dan stroke.
Seseorang tidak akan secara otomatis terkena diabetes Tipe 2 jika terdiagnosis prediabetes. Bagi sebagian orang dengan prediabetes, pengobatan secara dini dapat mengembalikan kadar glukosa darah ke kisaran normal.
Penelitian menunjukkan bahwa Anda dapat menurunkan resiko diabetes tipe 2 sebesar 58% dengan cara :
  • - Mengurangi 7% dari total berat badan 
  • - Berolahraga cukup (seperti jalan cepat) 30 menit sehari, lima hari seminggu
Tidak perlu harus mendapatkan berat badan ideal, cukup mengurangi berat badan antara 10 sampai 15 kg sudah dapat membuat perbedaan besar.

Semoga bermanfaat.

Artikel lain tentang diabetes :

Artikel Kesehatan Hidup Dengan Diabetes-Perawatan Diabetes

Artikel kesehatan kali ini akan membahas tentang bagaimana cara merawat penderita diabetes.
Mengelola diabetes, membuat perubahan dan menyesuaikan gaya hidup Anda dengan tuntutan diabetes terkadang sangat sulit. Perawatan diabetes yang efektif hanya dapat dicapai melalui kerja sama dengan keluarga Anda, mereka ada untuk mendukung Anda dalam mengelola diabetes. Orang yang paling penting dalam kelompok ini adalah Anda sendiri, karena keputusan yang dibuat akan mempengaruhi Anda. Dengan bertanggung jawab dalam mengelola diabetes akan memungkinkan untuk merawat diabetes Anda lebih efektif. Gali informasi lebih lanjut jika Anda perlu. Berikut adalah beberapa cara merawat diabetes :
perawatan diabetes
http://www.pinterest.com/pin/469429961132216950

1. Rajin Berolahraga

Berolahraga secara rutin, seperti latihan beban ringan atau cukup dengan berjalan, meningkatkan penggunaan insulin dalam tubuh dan dapat menurunkan kadar gula darah pada orang dengan diabetes Tipe 2. Aktif bergerak juga membantu mengurangi lemak tubuh, menurunkan tekanan darah, dan melindungi dari penyakit jantung. Orang dengan diabetes Tipe 2 setidaknya harus berolahraga selama 30 menit selama beberapa hari dalam seminggu.

2. Hindari Stres 

Stres dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. Selain itu juga dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah Anda sebagai bagian dari Anda respon tubuh. Jangan berpaling kepada makanan untuk mengatasi stres. Semua hal terasa buruk ketika hidup dengan diabetes. Untuk mengatasi stres, cobalah berlatih teknik relaksasi seperti bernapas dalam-dalam, atau meditasi. Kadang-kadang berbicara dengan teman, anggota keluarga, konselor, atau mungkin ulama dapat membantu. Jika Anda masih kesulitan mengatasi stres, konsultasikan dengan dokter Anda.

3. Diet

Mengontrol kadar gula darah dengan cara mengatur pola makan dan mengurangi berat badan berlebih juga dapat mengurangi risiko komplikasi. Orang dengan diabetes Tipe 2 harus berhati-hati memantau konsumsi karbohidrat dan menjaga jumlah karbohidrat dalam makanan Anda tetap konsisten, demikian juga dengan asupan lemak dan protein, serta mengurangi kalori. Bila perlu konsultasikan ke ahli diet untuk membantu Anda memilih makanan yang sesuai dengan kondisi Anda.

4. Obat Oral

Ketika orang-orang dengan diabetes Tipe 2 tidak dapat mengontrol gula darah dengan cara diet dan olahraga, maka mereka harus meminum obat-obatan. Ada banyak jenis pil diabetes yang tersedia, dan sering digunakan dalam kombinasi. Beberapa bekerja dengan cara merangsang pankreas untuk menghasilkan lebih banyak insulin, obat lainnya berkhasiat untuk meningkatkan efektivitas insulin, atau memblokir pencernaan karbohidrat kompleks. Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati diabetes Tipe 2 juga membantu menghambat pemecahan insulin.

5. Insulin

Dokter mungkin memberi resep insulin pada awal pengobatan Anda dan dikombinasikan dengan pil. Insulin juga dapat digunakan pada orang dengan diabetes Tipe 2 yang mengalami "kegagalan sel-beta." Ini berarti sel-sel di pankreas tidak lagi memproduksi insulin ketika mengalami kenaikan kadar gula darah. Dalam hal ini, terapi insulin, suntikan atau pompa, harus menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

6. Injeksi Non-Insulin

Obat baru yang tersedia untuk orang-orang dengan diabetes Tipe 2. Pramlintide (Symlin), exenatide (Byetta), dan liraglutide (Victoza) adalah obat suntik non-insulin. Jika fungsi insulin menarik glukosa ke dalam sel tubuh, obat-obat ini menyebabkan tubuh melepaskan insulin untuk mengontrol kadar gula darah.

Semoga Bermanfaat.

Artikel lain tentang diabetes :

Thursday, September 25, 2014

Mengenal Tanda Dan Gejala Depresi

depresi
http://www.pinterest.com/pin/198651033533312868
Tanda terjadinya depresi bervariasi antara orang yang satu dengan yang lain, namun ada beberapa tanda dan gejala yang hampir pasti selalu ada. Perlu untuk diingat bahwa gejala-gejala ini masih dalam tahap wajar jika hanya terjadi sekali-kali, ketika seseorang sedang ada masalah dalam kehidupannya. Tapi jika gejala-gejala ini semakin sering terjadi, dan semakin kuat, maka semakin besar kemungkinannya bahwa seseorang sedang mengalami depresi. Sudah saatnya untuk mencari bantuan. Berikut adalah tanda dan gejala depresi :

1. Berperilaku Sembrono

Seseorang berperilaku sembrono ketika mengalami depresi sebagai bentuk pelarian. Perilaku ini bisa berbentuk mabuk-mabukan, penggunaan obat terlarang, perjudian, mengemudi ugal-ugalan, atau kegiatan-kegiatan ekstrim lainnya.

 

2. Berat Badan Naik/Turun Secara Drastis

Seseorang yang sedang mengalami depresi bisa kehilangan nafsu makan, atau malah terlalu banyak makan. Jika berat badan naik/turun secara signifikan atau lebih dari 5% dari berat badan dalam satu bulan.

 

3. Perasaan Tidak Berdaya dan Putus Asa

Jika seseorang tiba-tiba menjadi tidak peduli dengan penampilannya, tidak mau berdandan, selalu terlihat murung, padahal biasanya tidak, hal itu pun bisa menjadi tanda depresi.

 

4. Perubahan Pola Tidur

Perubahan pola tidur bisa berarti insomnia, sulit tidur, sering bangun tengah malam, atau malah tidur berlebihan (juga dikenal sebagai hipersomnia).

 

5. Sakit Yang Tidak Bisa Dijelaskan

Ketika seseorang mengalami rasa sakit dan nyeri atau peningkatan keluhan fisik seperti sakit kepala, sakit punggung, sakit otot, dan sakit perut. Sedangkan dokter tidak bisa menemukan penyebabnya.

 

6. Mudah Marah dan Selalu Gelisah

Selalu merasa resah, gelisah, atau bahkan mudah tersulut melakukan kekerasan, tingkat toleransi rendah, marah tanpa sebab, dan segala sesuatu serta semua orang membuatnya emosi. Apabila terjadi pada usia remaja, untuk mengatasi hal ini bisa dilihat di sini : Mengatasi Sifat Pemarah Pada Remaja

 

7. Menjadi Malas

Tidak lagi tertarik melakukan kegiatan sehari-hari. Tidak lagi suka menekuni hobi, aktivitas sosial, olahraga dll. Kehilangan kemampuan untuk merasakan rasa senang dan bahagia.

 

8. Benci Pada Diri Sendiri

Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang kuat. Suka mengkritik diri sendiri dan menganggap semua yang dilakukannya selalu salah.

 

9. Kehilangan Tenaga

Mudah lelah, lesu, dan tenaga mudah terkuras. Seluruh tubuh terasa berat, dan bahkan tugas-tugas kecil yang biasanya ringan terasa melelahkan atau membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan.

 

10. Kehilangan Konsentrasi

Gangguan konsentrasi, sulit fokus pada segala sesuatu, kesulitan membuat keputusan, atau mengingat sesuatu.

Depresi membuat seseorang sulit untuk menikmati hidup seperti biasanya. Bahkan terkadang sekedar melewati hari pun bisa terasa berat. Apabila tidak segera mendapatkan pertolongan, penderita depresi bisa mengalami hal-hal yang lebih berbahaya, seperti sakit jiwa atau bahkan bunuh diri seperti yang terjadi pada aktor Robin William baru-baru ini.
Tapi tak peduli seberat apapun masalahnya, pasti bisa diatasi. Memahami tanda-tanda, gejala, penyebab, dan pengobatan depresi adalah langkah pertama untuk mengatasinya.

Semoga bermanfaat.