Showing posts with label psikologi kepribadian. Show all posts
Showing posts with label psikologi kepribadian. Show all posts

Thursday, September 25, 2014

Mengenal Tanda Dan Gejala Depresi

depresi
http://www.pinterest.com/pin/198651033533312868
Tanda terjadinya depresi bervariasi antara orang yang satu dengan yang lain, namun ada beberapa tanda dan gejala yang hampir pasti selalu ada. Perlu untuk diingat bahwa gejala-gejala ini masih dalam tahap wajar jika hanya terjadi sekali-kali, ketika seseorang sedang ada masalah dalam kehidupannya. Tapi jika gejala-gejala ini semakin sering terjadi, dan semakin kuat, maka semakin besar kemungkinannya bahwa seseorang sedang mengalami depresi. Sudah saatnya untuk mencari bantuan. Berikut adalah tanda dan gejala depresi :

1. Berperilaku Sembrono

Seseorang berperilaku sembrono ketika mengalami depresi sebagai bentuk pelarian. Perilaku ini bisa berbentuk mabuk-mabukan, penggunaan obat terlarang, perjudian, mengemudi ugal-ugalan, atau kegiatan-kegiatan ekstrim lainnya.

 

2. Berat Badan Naik/Turun Secara Drastis

Seseorang yang sedang mengalami depresi bisa kehilangan nafsu makan, atau malah terlalu banyak makan. Jika berat badan naik/turun secara signifikan atau lebih dari 5% dari berat badan dalam satu bulan.

 

3. Perasaan Tidak Berdaya dan Putus Asa

Jika seseorang tiba-tiba menjadi tidak peduli dengan penampilannya, tidak mau berdandan, selalu terlihat murung, padahal biasanya tidak, hal itu pun bisa menjadi tanda depresi.

 

4. Perubahan Pola Tidur

Perubahan pola tidur bisa berarti insomnia, sulit tidur, sering bangun tengah malam, atau malah tidur berlebihan (juga dikenal sebagai hipersomnia).

 

5. Sakit Yang Tidak Bisa Dijelaskan

Ketika seseorang mengalami rasa sakit dan nyeri atau peningkatan keluhan fisik seperti sakit kepala, sakit punggung, sakit otot, dan sakit perut. Sedangkan dokter tidak bisa menemukan penyebabnya.

 

6. Mudah Marah dan Selalu Gelisah

Selalu merasa resah, gelisah, atau bahkan mudah tersulut melakukan kekerasan, tingkat toleransi rendah, marah tanpa sebab, dan segala sesuatu serta semua orang membuatnya emosi. Apabila terjadi pada usia remaja, untuk mengatasi hal ini bisa dilihat di sini : Mengatasi Sifat Pemarah Pada Remaja

 

7. Menjadi Malas

Tidak lagi tertarik melakukan kegiatan sehari-hari. Tidak lagi suka menekuni hobi, aktivitas sosial, olahraga dll. Kehilangan kemampuan untuk merasakan rasa senang dan bahagia.

 

8. Benci Pada Diri Sendiri

Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang kuat. Suka mengkritik diri sendiri dan menganggap semua yang dilakukannya selalu salah.

 

9. Kehilangan Tenaga

Mudah lelah, lesu, dan tenaga mudah terkuras. Seluruh tubuh terasa berat, dan bahkan tugas-tugas kecil yang biasanya ringan terasa melelahkan atau membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan.

 

10. Kehilangan Konsentrasi

Gangguan konsentrasi, sulit fokus pada segala sesuatu, kesulitan membuat keputusan, atau mengingat sesuatu.

Depresi membuat seseorang sulit untuk menikmati hidup seperti biasanya. Bahkan terkadang sekedar melewati hari pun bisa terasa berat. Apabila tidak segera mendapatkan pertolongan, penderita depresi bisa mengalami hal-hal yang lebih berbahaya, seperti sakit jiwa atau bahkan bunuh diri seperti yang terjadi pada aktor Robin William baru-baru ini.
Tapi tak peduli seberat apapun masalahnya, pasti bisa diatasi. Memahami tanda-tanda, gejala, penyebab, dan pengobatan depresi adalah langkah pertama untuk mengatasinya.

Semoga bermanfaat.

Sunday, September 21, 2014

Mengenal Autisme Pada Anak

Gejala Selama Masa Balita

autisme
Gejala autisme biasanya mulai terlihat oleh orang tua dan pengasuh lainnya selama masa 3 tahun pertama. Meskipun autisme timbul pada saat lahir (kongenital), tanda-tanda gejalanya kadang sulit untuk diidentifikasi atau didiagnosa saat masih bayi. Orangtua sering khawatir ketika anak mereka tidak suka digendong, tidak tertarik bermain game tertentu, seperti ciluk ba; dan susah belajar berbicara. Kadang-kadang, anak autis akan mulai berbicara pada saat yang sama seperti anak-anak lain pada usia yang sama, kemudian kehilangan kemampuan bahasanya. Orang tua juga mungkin bingung tentang kemampuan pendengaran anak mereka. Karena anak autisme kadang-kadang terlihat tidak bisa mendengar, namun pada saat yang lain, ia mungkin tampak mendengar suara yang berasal dari tempat jauh.
Dengan pengobatan intensif sejak dini, sebagian besar anak-anak autis bisa meningkatkan kemampuan mereka untuk berhubungan dengan orang lain, berkomunikasi, dan mampu mandiri saat mereka tumbuh dewasa. Bertentangan dengan mitos tentang anak autis, sangat sedikit anak autis yang benar-benar terisolasi secara sosial atau "hidup dalam dunia mereka sendiri".

 

 Gejala Umum

Gejala autisme bervariasi tergantung tingkat keparahan, tetapi semua penderita autisme memiliki beberapa gejala umum dalam bidang :

1. Interaksi sosial dan hubungan:

- Kesulitan mengembangkan keterampilan komunikasi nonverbal, seperti kontak mata, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh.
- Kesulitan untuk membangun persahabatan dengan anak-anak seusianya.
- Kurangnya minat dalam berbagi kesenangan, minat, atau prestasi dengan orang lain.
- Kurangnya empati. Penderita autisme terkadang memiliki kesulitan memahami perasaan orang lain, seperti rasa sakit atau kesedihan.

2. Komunikasi verbal dan nonverbal:

- Kesulitan atau lambat belajar bicara. Sebanyak 40% dari penderita autisme tidak pernah berbicara.
- Kesulitan memulai percakapan. Penderita autisme juga mengalami kesulitan melanjutkan percakapan setelah dimulai.
- Penggunaan bahasa yang tidak variatif dan berulang-ulang. Penderita autisme sering mengulang-ulang kalimat yang barusan mereka dengar (echolalia).
- Kesulitan memahami perspektif lawan bicara. Sebagai contoh, penderita autisme mungkin tidak mengerti bahwa seseorang sedang bergurau. Mereka mungkin menafsirkan kata demi kata secara harfiah dan gagal untuk menangkap makna yang tersirat.

3. Terbatasnya minat dalam bermain atau kegiatan lain:

- Tidak bisa membagi perhatian. Anak-anak penderita autisme sering hanya fokus pada satu bagian mainan, seperti ketika bermain mobil-mobilan mereka hanya fokus pada rodanya saja.
- Keasyikan pada topik-topik tertentu. Misalnya, mereka mungkin terpesona oleh video game, trading cards, atau plat nomor.
- Suka akan rutinitas. Sebagai contoh, anak penderita autisme mungkin selalu minta sarapan roti merk yang sama bersikeras mengambil rute yang sama setiap hari ke sekolah.
- Suka berperilaku stereotip, seperti menggoyang tubuh dan mengepakkan tangan.